RI Sebut WNI Masih Aman usai China Tembak Rudal Dekat Taiwan

5 August 2022 - 16:45 WIB

Tribratanews.polri.go.id - Kamar Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taiwan mengaku belum perlu melakukan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) menyusul luncuran rudal Dongfeng China ke Selat Taiwan, Kamis (4/8).

KDEI merupakan kantor perwakilan Indonesia di Taiwan lantaran Jakarta tak memiliki hubungan diplomatik dengan Taipei imbas relasi RI-China yang menjunjung kebijakan Satu China.

"Pada dasarnya KDEI telah mempunyai skema evakuasi yang terukur untuk repatriasi WNI yg ada di Taiwan bila terjadi kegawatan, menurut tingakat prioritas baik skema rute udara maupun laut," ujar Kepala Bidang Pariwisata dan Perhubungan KDEI Taiwan, Ichwan Joesoef, kepada CNNIndonesia.com, Kamis (4/8).

Ichwan kemudian berujar, "Namun pantauan kami keadaan di Taiwan saat ini masih normal sediakala di semua sektor dan tidak ada indikasi gesekan yg berarti untuk melakukan tindakan preventif."

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) menyatakan telah menyiapkan langkah antisipasi bagi para WNI di Taiwan. Mereka berharap konflik China-Taiwan tak meningkat. Kemlu RI mencatat saat ini ada sekitar 300 ribu WNI yang berada dan bekerja di Taiwan.

"Semoga tidak terjadi eskalasi dan bahkan konflik bersenjata. Namun demikian Kantor Dagang RI di Taiwan sudah mempunyai SOP langkah-langkah kontijensi" kata juru bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah.

Senada, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Judha Nugraha, mengungkapkan KDEI telah memilki rencana kontijensi untuk antisipasi situasi darurat.

"Saat ini tercatat sekitar 300 ribu WNI yang berada dan bekerja di Taiwan. Bahwa saat ini WNI kita tetap aman, dan tentunya kita berharap tak ada eskalasi lebih lanjut," kata Judha dalam konferensi pers rutin, Jumat (5/8).

Baru-baru ini, militer China meluncurkan sejumlah proyektil jarak jauh, termasuk 11 rudal balistik Dongfeng, ke perairan dekat pantai utara, selatan, timur Taiwan, demikian menurut Kementerian Pertahanan Taiwan.

Penembakan rudal dan proyektil ini bagian dari latihan militer besar-besaran China sebagai bentuk tanggapan keras atas lawatan Ketua Dewan Perwakilan (DPR) Amerika Serikat, Nancy Pelosi, ke Taiwan pada Rabu pekan ini.

Beijing menggelar latihan di enam area di Selat Taiwan mulai Kamis ini hingga Minggu. Latihan itu berada di enam titik. Jika dilihat dari peta, area tersebut bak mengepung Taiwan.

China menilai tur Pelosi tersebut membahayakan kedaulatannya dan merusak hubungan diplomatik AS-China.

Sumber: Tribratanews

Baca Selanjutnya

Bagikan: