Kapolri Ceritakan Respons Cepat Terkait Viral Bayi Diberi Kopi di Sulsel

25 January 2023 - 13:42 WIB

Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menceritakan anggotanya merespons cepat kasus ibu memberi minum kopi kepada bayi di Sulawesi Selatan.

"Kebetulan anggota kami mendatangi ibu tersebut setelah ceritanya viral di media sosial, ada anak bayi yang mungkin Karena keinginan orang tuanya ingin memberikan susu, kemudian memberikan susu tapi yang ada di dalam saset instan kopi susu. Ini saya kira sudah ditindaklanjuti oleh anggota kami," ungkap Kapolri di kantor BKKBN Jakti, Rabu (25/1/23).

Baca juga : 11 TKW Jadi Korban Penipuan atas Pembunuhan Berantai di Bekasi

Kapolri menyampaikan, ibu bayi tersebut awalnya bingun karena ditemui Polisi. Tapi setelah itu kita berikan bantuan-bantuan penambah gizi, khususnya untuk kebutuhan anak. Polri bisa ikut membantu untuk menyalurkan kebutuhan bagi masyarakat, bagi ibu-ibu yg hamil, ibu-ibu yang membutuhkan tambahan untuk gizi, kemudian juga anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

"Saya minta seluruh jajaran untuk selalu mengecek kondisi wilayah masing-masing, ini bisa diterapkan dalam membantu proses mengejar target menurunkan angka stunting. Saya kira ini bisa kita lakukan dengan metode yang sangat mudah, mudah-mudahan bisa ikut membantu program pemerintah," jelasnya dikutip dari detik.com.

Pujian Presiden RI Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) ke Kapolri itu sebelumnya disampaikan saat menyampaikan arahan di Rakernas BKKB di Jakarta Timur. Presiden Jokowi awalnya menyoroti ibu yang viral memberikan minum kopi saset kepada bayinya. 

"Jangan sampai bayi atau ibu hamil harus diberi protein, diberikan ikan, diberi telur saya liat kemarin yang rame bayi baru 7 bulan diberi kopi susu saset. Kopi susu saset oleh ibunya. Karena yang ada di bayangan di sini adalah susu. Gitu loh. Anaknya mau diberi susu. Hati-hati mengenai ini," ungkap Jokowi.

Presiden Jokowi menekankan edukasi bagi masyarakat mengenai makanan untuk anak. Dia mengatakan tubuh anak belum siap diberi munuman kopi, oleh sebab itu sekali lagi yg namanya penyuluhan, penyuluhan, penyuluhan penting. karena kata ibunya bermanfaat, udah bermanfaat, kopi susu saset ini karena ada susunya. Hati-hati.

"Kemudian Prisiden memuji Polisi yang mendatangi ibu dari bayi tersebut. Jokowi megatakan reaksi Kapolri lebih cepat dari kader Posyandu. Sehingga yang saya baca, Polisi menemui orang tua bayi tapi seharusnya yang bener mestinya kader Posyandu, kader dari BKKBN yang datang ke sana, bukan. Karena kecepatan Kapolri mungkin. Karena reaksi Kapolri cepet maka dateng lebih cepet dari kader," jelasnya.

(rz/hn/um)

Sumber: Tribratanews

Baca Selanjutnya

Bagikan: